Digitalisasi Dokumen Pertanahan

Post Reply
firmansahadi
Maba
Posts: 21
Joined: 02 Dec 2019, 22:13

Digitalisasi Dokumen Pertanahan

Post by firmansahadi »

Bersamaan dengan perkembangan tehnologi, dunia kearsipan yang sejauh ini cuma bergelut pada kertas-kertas sekarang tidak tertinggal sudah manfaatkan tehnologi jadi alat untuk memproses, terhubung, serta penebaran dan pelestarian arsip.

Bertepatan dengan itu, Kementerian Agraria serta Tata Ruangan/Tubuh Pertanahan Nasional (ATR/BPN) punya program besar berkaitan transformasi ke arah service digital lewat pengaturan arsip dengan doa qunut subuh kekinian serta pendayagunaan arsip elektronik. Kementerian ATR/BPN lewat Biro Biasa serta Service Penyediaan mengadakan Analisis Tehnis Digitalisasi Dokumen Pertanahan di Marc Hotel Passer Baroe, Jakarta, Selasa (26/11).

“Saya menghargai pekerjaan ini, sebab ini adalah satu pekerjaan yang penting pada masa saat ini. Dimana Kementerian ATR/BPN sedang dalam waktu transformasi ke arah masa digital. Hingga inisiasi untuk bikin analisis bisa menjadi tips kita untuk aksi yang akan datang dalam mendigitalisasikan dokumen pertanahan,” tutur Nurhadi Putra sebagai Kepala Biro Biasa serta Service Penyediaan waktu buka acara.


Selanjutnya, Nurhadi Putra menjelaskan jika keadaan kantor pertanahan sekarang masih simpan serta mengendalikan data warkah dengan manual. “Ada beberapa kantor pertanahan yang telah mendigitalisasikan dokumen warkah, tapi belum semua. Oleh karenanya, usaha Kementerian ATR/BPN sesuai dengan instruksi pimpinan saat Rapat Kerja Terbatas (Rakertas) ialah membuat road map transformasi dari tahun 2020 sampai 2024,” katanya.

Dalam memulai road map ini, memerlukan Etika Standard Mekanisme serta Persyaratan (NSPK) serta Strandar Operasional Mekanisme (SOP) hingga proses yang akan dikerjakan berjalan secara baik. Di tahun 2019 cukup sudah banyak warkah yang telah di digitalisasi. Tahun 2020 ialah titik awal buat Kementerian ATR/BPN untuk ke arah masa digital serta pada tahun 2024 harapannya ialah semua dokumen telah berbentuk digital serta tidak lagi ada pengendalian manual.

“Ketika kelak semua dokumen pertanahan telah berbasiskan digital, kita harus memiliki gagasan ke depan akan diapakan dokumen ini. Kita harus terus-terusan bereksperimen supaya Kementerian kita ini jadi lembaga maju serta kekinian,” imbuhnya.

Diinginkan, pekerjaan Analisis Tehnis ini bisa jadi referensi buat program besar transformasi digital lewat proses digitalisasi dokumen pertanahan, hingga transformasi digital yang berdasarkan ketetapan hukum yang berlaku serta kekinian bisa terwujud dengan efisien serta efektif. “Saya mengharap supaya peserta bisa manfaatkan pertemuan ini dengan sebaik-baiknya,” tutup Kepala Biro Biasa serta Service Penyediaan.
Post Reply