Budidaya Bawang Merah-Bawang Putih Sistem Cundukan

Post Reply
firmansahadi
Maba
Posts: 21
Joined: 02 Dec 2019, 22:13

Budidaya Bawang Merah-Bawang Putih Sistem Cundukan

Post by firmansahadi »

Kearifan lokal adalah hal yang pantas dilestarikan. Di beberapa wilayah pasti, banyak diketemukan kearifan lokal yang ciri khas dipunyai oleh wilayah itu. Kearifan lokal itu memiliki kandungan rutinitas, nilai, budaya serta adat yang telah mengakar ditengah-tengah warga, sering hal itu tersangkut dengan tehnologi budidaya pertanian.

Di Desa Pacet, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, ada skema budidaya yang disebut kearifan lokal di wilayah ini. Skema budidaya ini disebutkan skema budidaya Cundukan. Skema budidaya cundukan sebetulnya adalah skema budidaya tumpangsari di antara bawang merah serta bawang putih. Dengan teoritis, skema budidaya ini kurang direferensikan sebab ucapan tahun baru bisa memunculkan terdapatnya persaingan antar tanaman yang sebetulnya, dengan taksonomis, masih juga dalam satu famili. Tetapi, skema budidaya ini nyatanya sampai sekarang masih dikerjakan oleh beberapa petani sebab nyatanya keuntungan yang dibuat dari skema cundukan ini tambah lebih besar dibanding dengan skema budidaya monokultur.

Beberapa petani di desa Pacet memandang jika skema budidaya cundukan tidak memberi persaingan yang bermakna hingga produktivitas ke-2 type tanaman juga tidak alami penurunan yang bermakna. Dalam budidaya skema cundukan ini, bawang putih jadi tanaman penting serta ditanam di tengahnya guludan, sedang bawang merah ditanam di samping bedengan. Dengan formasi tanaman semacam ini, karena itu saat berlangsung leaching (pelindihan) pada pupuk yang terdapat dalam guludan, faktor hara akan diamankan oleh bawang merah yang ada di pinggir guludan. Ini sekaligus juga bisa mengoptimalkan penyerapan faktor hara pupuk, serta mendesak jumlahnya faktor hara yang hilang sebab berlangsungnya leaching. Dengan skema ini, petani juga bisa tingkatkan pendapatannya dari usaha budidaya bawang merah serta bawang putih.

Ciri khas Desa Pacet

Walau memberikan keuntungan, tetapi skema budidaya ini tidak bisa dikerjakan di sembarangan tempat. Banyak unsur yang memengaruhi kesuksesan skema budidaya ini, seperti ketinggian tempat, karakter tanah, pengairan, tehnik budidaya dan sebagainya. Kesuksesan skema budidaya ini bisa sukses di Desa Pacet, Kecamatan Pacet, Kab. Mojokerto, sebab ketinggiannya ± 600 mdpl, karakter tanah yang gembur, pengairan yang lancer selama tahun, serta kesanggupan petani dalam melakukan pertanian yang intens.

Tergerak kebijaksanaan Pemerintah

Awalnya, skema budidaya ini telah jarang-jarang dipakai sebab harga bawang putih yang condong rendah. Tetapi, dengan kebijaksanaan penataan import bawang putih yang baru, harga bawang putih kembali lebih ucapan tahun baru 2020 baik untuk petani. Ini menggerakkan beberapa petani kembali menanam bawang putih, yang dulu pernah jadi komoditas diva di kecamatan Pacet. Sampai sekarang, luar area penanaman bawang putih makin meluas. Dengan demikian, budidaya bawang merah-bawang putih dengan skema cundukan ini juga pada akhirnya mulai ramai dikerjakan kembali.
Post Reply