Jumlah Peserta SPMD UB Alami Penurunan

Post Reply
firmansahadi
Maba
Posts: 21
Joined: 02 Dec 2019, 22:13

Jumlah Peserta SPMD UB Alami Penurunan

Post by firmansahadi »

Jumlahnya peserta Seleksi Mandiri Penyandang Disabilitas (SMPD) Kampus Brawijaya (UB) 2019 alami penurunan seputar dua pertiga dibanding beberapa tahun awalnya.

"Penurunan jumlahnya pendaftar ini adalah dampak positif dari doa sholat dhuha makin bertambahnya universitas di Indonesia yang terima mahasiswa dengan disabilitas," kata Kabid Humas serta Advokasi Pusat Studi serta Service Disabilitas (PSLD) UB, Wahyu Widodo, Selasa (16/7).

Pada 2019 sendiri, sekitar 37 peserta sudah tercatat di SPMD. Beberapa puluh peserta ini terbagi dalam 15 tuli serta tiga disabilitas netra. Lalu sembilan salah satunya adalah disabilitas mental.

Menurut Wahyu, beberapa peserta akan ikuti ujian mandiri dari Selasa (16/7) sampai Kamis (18/7). Mereka akan lakukan tes di sejumlah tempat yang sudah disiapkan. Diantaranya laboratorium computer gedung Fakultas Pengetahuan Budaya (FIB) UB lantai tujuh serta gedung TIK Kantor Pusat UB lantai empat.

Dibanding awalnya, Wahyu mengutarakan, seleksi kesempatan ini cukup berlainan. UB akan lakukan seleksi sama untuk program pascasarjana. "Sekarang kami baru buka untuk program sarjana. Kelak akan kami membuka untuk program pascasarjana," lebih ia.

Lebih detil, Wahyu menerangkan, bagaimana proses serta jalur tes SPMD UB. Pada hari pertama, peserta ikuti tes akademik serta psikotes. Lalu pada hari selanjutnya interviu dengan faksi program studi (prodi) serta PSLD.

Menurut Wahyu, proses penerapan tes kesempatan ini memakai skema gugur. Bila di step pertama peserta gugur, karena itu tidak dapat meneruskan tes setelah itu.

Selain itu, Ketua Pelaksana Tes, Alies Poetri Lintangsari menjelaskan, peserta SPMD tahun ini tidak membutuhkan banyak pendampingan. Karena, PSLD telah sediakan aplikasi spesial khusus buat penyandang disabilitas tuna netra. Dengan begitu, mereka dapat kerjakan masalah yang dirupakan berbentuk suara.

"Pendampingan tambahan diperlukan untuk peserta disabilitas tuli yang perlu ditranslate dalam bahasa isyarat," kata Lintang.
Post Reply