Mengungkap Makna dan Hakikat Insan Kamil

Post Reply
firmansahadi
Maba
Posts: 21
Joined: 02 Dec 2019, 22:13

Mengungkap Makna dan Hakikat Insan Kamil

Post by firmansahadi »

Insan kamil menunjuk pada satu orang yang sudah dianugrahi kesanggupan untuk memuat sifat-sifat, beberapa nama serta tindakan-tindakan Allah SWT. Dengan fisik, ia tidak lain adalah makhluk seperti orang lain biasanya. Namun dengan ontologis ia ialah pengejawantahan dari kedatangan hadirat-Nya yang demikian jelas bisa dibaca pada beberapa aksi serta perilakunya.

Dialah manusia prima yang padanya sudah dianugrahkan ucapan menyambut ramadhan anugerah paling besar. Yakni memperoleh Allah tersebut. Mana ada anugerah yang semakin besar di dunia ini serta di akhirat kelak dibanding dengan memperoleh hadirat-Nya? Tidak ada serta tidak pernah ada. Benar-benar, beruntunglah manusia prima itu.

Yang pertama serta paling penting dari manusia prima itu tidak lain ialah Nabi Muhammad Saw. Serta sesudah beliau ialah beberapa orang yang paling seperti dengan kualitatif-spiritual dengan beliau dari golongan beberapa nabi serta wali yang menyebar di dunia ini dari dahulu sampai saat ini yang banyaknya dapat sampai beberapa ratus ribu orang.

Mengenai manusia prima itu, Allah sudah berfirman dalam salah satunya hadis qudsi-Nya, "الإنسان سري وأنا سره/ Ia itu ialah rahasiaKu serta Saya adalah rahasianya." Ini berarti jika "alamat" Allah itu tersimpan rapi pada diri insan kamil. Mengamatinya dengan ketajaman mata batin akan jadikan kita atau siapapun temukan sifat-sifat, beberapa nama serta tindakan-tindakan hadirat-Nya. Sedang buat si insan kamil, Allah adalah pelabuhan dari semua hidup serta matinya.

Dengan spiritual, insan kamil itu adalah sumbu buat berlangsungnya kehidupan di semua alam raya. Bagaimana kemungkinan tidak, sedang padanya diberikan oleh hadirat-Nya bukan saja pengetahuan dengan detil mengenai segala hal yang ada serta berlangsung, tetapi lebih dari itu ia dianugrahi kesanggupan untuk mengendalikannya sesuai kehendak Allah. Dengan rohani, semua partikel alam semesta mengitarinya dengan penuh khusyuk.

Ada pertalian yang benar-benar indah serta kuat di antara seorang insan kamil dengan Allah. Dialah perpanjangan tangan hadirat-Nya dalam mengurus berlangsungnya roda-roda kehidupan. Karenanya bisa dimaklumi serta diyakinkan jika ilmu dan pengetahuan yang ada di diri insan kamil adalah salinan langsung dari pengetahuan yang dipunyai oleh Allah, baik pengetahuan itu dengan global atau dengan terinci.

Pertalian itu juga indah serta kuat di antara pena (al-qalam) dengan roh seorang insan kamil. Dalam kerangka kepustakaan sufisme Ibn 'Arabi, yang disebutkan pena Ilahi itu tidak lain ialah ilmu dan pengetahuan yang mendalam mengenai segala hal yang berada di alam semesta. Semua ilmu dan pengetahuan itu teratur dengan rapi di cakrawala roh insan kamil.

Demikian juga di antara Lawh Mahfuzh dengan hati seorang insan kamil, pertalian antara keduanya benar-benar sublim. Dalam kerangka ini, Lawh Mahfuzh itu dimengerti jadi "tempat" pembukuan serta pendataan segala hal yang berjalan sampai batas khusus. Karenanya, tidak satu daun gugur juga yang tidak terdeteksi oleh pengetahuan seorang insan kamil.

Juga, di antara istana (al-'Arsy) Ilahi dengan jasmani seorang insan kamil ada pertalian yang kokoh. Seperti di antara bangku hadiratNya dengan nafsu seorang insan kamil. Konotasi istana Ilahi itu menunjuk pada persemayaman beberapa nama Allah yang digunakan untuk mengendalikan semesta. Sedang yang disebutkan dengan bangku Ilahi itu tertuju pada tempat perintah serta larangan-Nya.

Demikian benar-benar indah serta kuat jalinan di antara insan kamil itu dengan hadirat-Nya. Hingga Nabi Muhammad Saw bersabda: "Barangsiapa melihatku, karena itu benar-benar ia lihat Allah Yang Mahabenar." Wallahu a'lamu bish-shawab.
Post Reply