Ilmuwan ciptakan makanan kaya protein "dari unsur udara" demi mengurangi dampak perubahan iklim

Post Reply
firmansahadi
Maba
Posts: 21
Joined: 02 Dec 2019, 22:13

Ilmuwan ciptakan makanan kaya protein "dari unsur udara" demi mengurangi dampak perubahan iklim

Post by firmansahadi »

Beberapa ilmuwan Finlandia, yang membuat sumber protein "dari udara", menjelaskan jika makanan yang mereka buat akan 'menggantikan' daging serta hasil pertanian. Apa project ini akan sukses menahan perkembangan iklim?

Sumber makanan protein ini dibikin dari bakteri tanah yang dikasih makan hidrogen yang dipisah dari air dengan memakai listrik.

Beberapa ilmuwan menjelaskan bila listrik datang dari doa buka puasa tenaga surya serta angin, makanan bisa tumbuh dengan emisi gas rumah kaca dekati 0.

Bila yang diimpikan mereka terjadi, bahan makanan itu dapat menolong dunia menangani banyak permasalahan yang berkaitan dengan pertanian.

Saat saya berkunjung ke pabrik percontohan Solar Foods di tepian kota Helsinki tahun kemarin, beberapa ilmuwan itu kumpulkan dana untuk peningkatan.

Sekarang mereka menjelaskan sudah menarik investasi sejumlah 5,5 juta euro (atau seputar Rp77 milyar) serta mereka memprediksi - bergantung harga listrik - jika biayanya kurang lebih sama juga dengan ongkos produksi kedelai di akhir dekade ini - bahkan bisa saja pada tahun 2025.

Saya makan beberapa butir tepung protein - yang disebutkan Solein itu- serta tidak ada rasa-rasanya.

Serta memang itu yang sudah diperkirakan oleh beberapa ilmuwan, mereka ingin protein itu jadi bahan penambahan netral buat semua tipe makanan.

Protein itu dapat berbentuk seperti minyak sawit dengan menguatkan pai, es cream, biskuit, pasta, mie, saus atau roti. Beberapa ilmuwan menjelaskan protein itu bisa dipakai untuk tempat budidaya ikan atau daging.

Juga bisa digunakan pelihara ternak untuk selamatkan mereka supaya tidak makan kedelai yang tumbuh ditengah-tengah rimba.

Serta bila semua sesuatunya berjalan sesuai dengan gagasan - yang, tentunya, peluang pun tidak berjalan - butuh sekian tahun sebelum produksi protein dinaikkan untuk penuhi keinginan global.

Tetapi ini salah satu dari banyak project makanan yang disintesis untuk hari esok.

CEO perusahaan ini ialah Pasi Vainikka, yang belajar di Kampus Cranfield di Inggris serta saat ini jadi profesor di Kampus Lappeenranta.
Ide untuk luar angkasa

Dia memberitahu saya ide dibalik tehnologi ini awalannya ditingkatkan untuk industri luar angkasa pada 1960-an.

Dia akui pembangkitnya telah berjalan beberapa waktu, tetapi akan siap pada 2022. Ketetapan untuk investasi penuh akan berlaku pada 2023, apabila semua berjalan sesuai dengan gagasan, pembangkit pertama akan dibangun pada 2025.

"Selama ini kami lumayan baik. Sesudah kami mengukur rasio pembangkit dari yang pertama dengan memberikan tambahan reaktor (untuk memisahkan hidrogen dari air) serta mempertimbangkan penambahan mengagumkan dalam tehnologi bersih yang lain seperti angin serta tenaga surya, kami fikir kami bisa berkompetisi dengan kedelai kemungkinan diawalnya 2025. "

Untuk bikin Solein, air "dipisah", memakai elektrolisis untuk bikin hidrogen. Hidrogen, karbon dioksida dari udara serta mineral diumpankan ke bakteri, yang selanjutnya membuahkan protein.

Penentu penting, tuturnya, ialah harga listrik. Perusahaan ini menghadapi jika makin banyak daya terbarukan mulai bekerja, biayanya akan turun.

Perkembangan tehnologi mengagumkan ini sudah dipuji oleh juru kampanye lingkungan George Monbiot, yang sudah membuat film dokumenter TV, Apocalypse Cow.

Keinginan untuk hari esok?

Monbiot pesimis mengenai hari esok planet ini, tetapi dia menjelaskan Solar Foods sudah memberikannya keinginan.

"Produksi makanan mengakibatkan kerusakan kehidupan. Memancing serta bercocok tanam, bagaimana juga, ialah pemicu paling besar kepunahan serta hilangnya keanekaragaman serta kelimpahan satwa liar. Pertanian ialah pemicu penting kerusakan iklim, tuturnya.

"Tetapi seperti keinginan yang nampaknya menguap, 'makanan bebas-pertanian' membuat peluang mengagumkan untuk selamatkan manusia serta planet.

"Dengan berubah sesaat ke skema makan nabati, kami bisa menolong sediakan waktu untuk selamatkan spesies serta tempat.

"Tetapi sumber makanan yang bukan hasil pertanian, tawarkan keinginan. Kami akan selekasnya dapat memberikan makan dunia tanpa ada melahapnya. "

Riset yang dikerjakan RethinkX, yang meramalkan implikasi dari beberapa tipe masalah yang didorong oleh tehnologi, tunjukkan jika protein dari fermentasi presisi akan seputar 10 kali tambah murah dibanding protein hewani pada 2035.

Mereka memprediksi hasilnya bisa menjadi keruntuhan industri ternak - walau beberapa kritikus akan merintih jika ini tidak mempertimbangkan potensi produsen daging untuk manfaatkan protein baru untuk memasok persediaan mereka sendiri.

Satu konsorsium riset ilmiah terpenting serta instansi akademis sudah dibuat untuk mengenali jalan keluar inovatif untuk menangani perkembangan iklim berkaitan dengan bidang pertanian pangan.

Tahun kemarin riset itu mengaitkan jika protein mikroba seringkali lebih efektif dibanding kedelai dalam soal pemakaian tempat, serta cuma memerlukan sepersepuluh air.

Tetapi, unsur lain ialah budaya. Beberapa orang masih ingin makan daging domba yang kelihatan seperti daging domba.

Profesor Leon Terry dari Cranfield University menjelaskan pada BBC News ada ketertarikan tinggi dari beberapa investor dalam soal mode pangan yang baru.

"Ada penambahan momen serta investasi makanan sintetis," tuturnya. Tapi dia menanyakan: "Apa betul-betul ada hasrat untuk mengonsumsi mereka?"
Post Reply