Petugas Karantina Pertanian Sita Burung Bawaan Penumpang Pelabuhan Tanjung Emas

Post Reply
asepx
Maba
Posts: 43
Joined: 15 Jun 2020, 13:15

Petugas Karantina Pertanian Sita Burung Bawaan Penumpang Pelabuhan Tanjung Emas

Post by asepx »

Karantina Pertanian Semarang melaksanakan kegiatan Operasi Patuh Karantina di Pelabuhan Tanjung Emas, Kamis (29/4/2021) lalu. kegiatan tadi dilaksanakan menggunakan sinergi dengan tempat kerja Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) dan Kesatuan aplikasi Pengamanan Pelabuhan (KP3) Tanjung Emas.

pada aktivitas tersebut, Karantina Pertanian Semarang juga melakukan penambahan personel pemeriksaan barang bawaan penumpang. Hal tersebut dilakukan bertepatan menggunakan kedatangan kapal KM Dharma Ferry dari Ketapang, Kalimantan Tengah.

“Penambahan personel ini dilaksanakan mengingat jelang lebaran jumlah penumpang serta komoditas yang melintas melalui Pelabuhan Tanjung Emas mengalami peningkatan. dengan penambahan ini diharapkan pelaksanaan kegiatan supervisi buat menekan pelanggaran perkarantinaan dan mencegah masuk dan tersebarnya Hama Penyakit binatang Karantina (HPHK) serta Organisme Pengganggu tanaman Karantina (OPTK) dapat lebih maksimal ”, pungkas Parlin Robert Sitanggang selaku kepala Karantina Pertanian Semarang.

dalam kegiatan tadi, Karantina Pertanian Semarang menyita beberapa barang bawaan penumpang. ““ Kami menunda lima ekor burung kacer, tiga ekor murai batu, 1 ekor jalak kebo , dan dua ekor kolibri . Burung-burung ini kami tahan sebab tanpa dilengkapi sertifikat karantina asal wilayah dari,” jelas Fitria Maria Ulfah, Sub ketua Substansi supervisi dan Penindakan Karantina Pertanian Semarang.

Fitria menyebutkan bahwa penumpang yg tidak khutbah idul fitri yang membuat jamaah menangis membawa surat karantina harus segera mengurus persyaratan administrasi bawaannya. Pasalnya, pengiriman binatang, ikan, dan tumbuhan mesti melalui proses karantina sebagaimana yg telah diatur pada Undang-Undang 21 tahun 2019 wacana Karantina hewan, Ikan serta tumbuhan.

“Barang bukti waktu ini kami tahan sembari memberikan kesempatan pemilik buat melengkapi persyaratan administrasi, Bila tidak bisa melengkapinya dalam saat tiga hari, maka akan kami tolak ke daerah berasal,” jelasnya.

Proses karantina tersebut dilakukan buat menghindari masuknya Organisme Pengganggu tanaman (OPT), ataupun hama dan penyakit bagi binatang dan ikan. Selain itu, hukum tadi diberlakukan buat mencegah penjualan satwa ataupun tumbuhan liar yg dilindungi agar tetap lestari.

Secara umum , lebih banyak didominasi penumpang telah mengetahui aturan karantina bagi tumbuhan dan hewan tersebut. “yang akan terjadi dari operasi patuh karantina kali ini pada dasarnya warga sudah mulai patuh karantina, hal ini bisa diketahui dengan banyaknya penumpang yg membawa binatang maupun tumbuhan sudah disertai dengan sertifikat kesehatan dari daerah berasal,” tambah Fitria.
Post Reply