Kendalikan Blas dan Walang Sangit, Kementan Dorong Gerdal Ramah Lingkungan

Post Reply
asepx
Maba
Posts: 43
Joined: 15 Jun 2020, 13:15

Kendalikan Blas dan Walang Sangit, Kementan Dorong Gerdal Ramah Lingkungan

Post by asepx »

Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan banyak sekali langkah antisipasi dari gangguan agresi OPT (Organisme Pengganggu tumbuhan) buat menjaga ketersediaan stok pangan nasional terlebih di ketika pandemi Covid-19 seperti kini ini.

keliru satu langkah yg ditempuh yaitu melalui menggunakan Gerakan Pengendalian (Gerdal) tumbuhan padi yang bersifat padat karya di beberapa Provinsi pada Indonesia.

“Tujuan gerdal padat karya ini ialah selain mengawal produksi pula membantu petani buat mengendalikan OPT di lahan mereka khususnya tanaman padi” ujar Mohammad Takdir Mulyadi, Direktur proteksi tumbuhan Pangan, mengawali aktivitas gerdal padat karya OPT pada Desa Klumpit, Kecamatan Karanggede, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah (8/4).

berdasarkan Takdir gerdal padat karya memang sedang dilakukan dibeberapa sentra padi yang ada pada Indonesia antara lain Kabupaten Boyolali serta Semarang. menggunakan didampingi Petugas Balai proteksi tanaman Pangan serta Hortikultura Provinsi Jawa Tengah, Takdir melakukan gerdal pada 2 lokasi tidak selaras.

Pertama pada huma grup Tani (Poktan) sumber Rejeki 1 Desa Klumpit, Kecamatan Karanggede, Kabupaten Boyolali. di kegiatan ini difokuskan pengendalian di penyakit blas (patah leher). Usai melakukan niat puasa ganti pengendalian tim berkecimpung ke lokasi kedua. di lokasi ke 2 poktan asal Rejeki, Desa Kebowan, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang dengan penekanan pengendalian hama walang sangit dan belalang.

“Alhamdulilah gerdal kali ini mampu berjalan dengan lancar dan yang terpenting pengendaliannya mengutamakan bahan-bahan yg ramah lingkungan seperti APH” ucap takdir. Hal ini dikarenakan taraf agresi hama yang masih rendah. Takdir berpesan supaya petani bisa lebih intens untuk mengamati pertanamannya, Bila menemui hama mampu berlapor di petugas POPT setempat buat dilakukan tindakan.

Penggunaan APH

Pencegahan agresi OPT dengan memanfaatkan APH menurut Toni, koordinator POPT, dapat dibuat sendiri oleh petani dengan bahan-bahan yang mudah didapat dan murah harganya, sebagai akibatnya tidak membebani para petani.

"Intensitas agresi penyakit blas pada desa Klumpit masih rendah, sebagai akibatnya gerdal dilakukan secara preventif menggunakan APH (Agens Pengendali biologi) berbahan Geobacillus sp. serta Streptomyces sp.

Lain halnya di lokasi yang kedua, Yulianto, POPT Kec. Suruh berkata serangan hama Walang sangit serta belalang populasinya masih dibawah ambang pengendalian, sehingga Yulianto memakai cara preventif dengan APH cendawan berlawanan Beauveria bassiana. Yulianto menambahkan cara memakai APH ini lebih efektif selain simpel serta murah, cara ini lebih ramah lingkungan serta tidak berbahaya bagi manusia.

Dukungan Ketersediaan APH

buat pendukung penggunaan APH pada wilayah khususnya Provinsi Jawa Tengah, BPTPH Provinsi Jateng ternyata telah memiliki LPHP (Laboratorium Pengamatan Hama serta Penyakit).

“Kami memiliki 6 LPHP yg tersebar pada Jawa Tengah yaitu LPHP Semarang, Pati, Banyumas, Pemalang, Sukoharjo serta Temanggung” ucap Herawati Prarastyani, kepala Balai proteksi tumbuhan Pangan serta Hortikultura Provinsi Jawa Tengah.

LPHP ini yg secara rutin mengembangkan serta memperbanyak APH mirip Beauveria bassiana, Metarhizium sp., Paenybacillus sp. serta lainnya dan banyak diaplikasikan sang petani.

menggunakan banyaknya stok APH pada daerah, Herawati berharap petani dapat lebih mengutamakan penggunaan APH dibandingkan menggunakan obat-obat kimia. Pasalnya sudah banyak akibat negatif akibat penggunaan bahan kimia secara hiperbola khususnya bagi manusia.

di tempat yg tidak sama Dirjen tumbuhan Pangan, Suwandi turut menambahkan akan terus mendukung penggunaan APH serta pengembangan penemuan dibidang pertanian. “sinkron harapan Bapak Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, seluruh jajaran Kementan pusat hingga wilayah buat terus beserta-sama menggunakan petani berupaya aporisma mengamankan produksi pangan berasal serangan Hama dengan menggunakan cara-cara yang aman, cerdas, efektif, dan efisien” ucapnya pada pewarta.

Terakhir Suwandi berpesan agar petani buat tidak sungkan melapor Bila melihat ada agresi hama pada petugas POPT atau penyuluh, sehingga akibat resiko kerugian akibat serangan mampu diminimalisir.
Post Reply