Kementerian ATR/BPN-Kemenag sinergi integrasikan data tanah wakaf

Post Reply
asepx
Maba
Posts: 43
Joined: 15 Jun 2020, 13:15

Kementerian ATR/BPN-Kemenag sinergi integrasikan data tanah wakaf

Post by asepx »

Kementerian Agraria serta rapikan Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) akan mengintegrasikan data tanah wakaf yang dimiliki pusat Data serta isu Pertanahan, rapikan Ruang dan lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (Pusdatin) menggunakan Sistem info Wakaf (Siwak) milik Kementerian kepercayaan (Kemenag).

Ke depannya, tanah wakaf yg sudah terdaftar dan bersertifikat di Pusdatin Kementerian ATR/BPN mampu diidentifikasi langsung sang Siwak Kemenag.

“perihal sinergi Pusdatin dan Siwak, tentu kita berkenan serta senang Jika data Pusdatin bisa kita sinergikan menggunakan data Siwak. Jadi mirror saja. Tanah wakaf yang sudah terdaftar serta bersertifikat di BPN nanti datanya itu apa yang terdapat pada kita mampu disinergikan,” ujar Menteri ATR/BPN Sofyan Djalil pada siaran pers, Sabtu (1/5).

Sebelum terintegrasi, Pusdatin Kementerian ATR/BPN serta Siwak Kemenag wajib menyelaraskan data tanah wakaf yang sudah bersertipikat dan yg hanya mempunyai ikrar wakaf. berdasarkan data doa mandi idul fitri Pusdatin, sebesar 164.000 bidang tanah wakaf telah terdaftar serta disertifikasi. buat meningkatkan kecepatan tunjangan profesi tanah wakaf, akan dilakukan akselerasi lintas sektor dengan registrasi Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).

“Selama ini tanah-tanah wakaf yg masuk dalam acara PTSL, yg pendekatannya dari desa ke desa, kita bikin peta lokasi, penlok (penetapan lokasi) sebuah desa, maka semua tanah yang di desa itu kita sertifikatkan. saya pikir sekarang yg paling banyak wakaf, yg sudah terdapat di kita ialah produk PTSL, tanah-tanah wakaf yang dikelola Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, organisasi-organisasi Islam yg mereka minta disertifikatkan,” istilah Sofyan.

sementara itu, Dirjen Bimas Islam Kemenag, Kamaruddin Amin berkata, selain saling bersinergi terkait data tanah wakaf, pihaknya berharap adanya portal beserta menggunakan Kementerian ATR/BPN.

“Perlu integrasi sistem antara Kemenag dengan ATR/BPN serta pembuatan portal bersama buat data tanah wakaf bersertipikat. Mungkin nanti secara teknis bisa dibahas beserta antara 2 kementerian, saya kira buat kepentingan integrasi data,” jelas beliau.

sebagai berita, Menteri ATR/kepala BPN, Sofyan A. Djalil melakukan audiensi yang digelar beserta Direktorat Jenderal Bimbingan warga (Bimas) Islam Kementerian kepercayaan dan Badan Wakaf Indonesia (BWI) pada Kamis (29/4/2021). Adapun audiensi yang berlangsung secara impian tersebut dimoderatori oleh ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI), Mohammad Nuh.

Turut hadir pada kesempatan tadi, Direktur Jenderal Penetapan Hak serta registrasi Tanah Kementerian ATR/BPN, Suyus Windayana; Sekretaris Badan Wakaf Indonesia Sarmidi Husna; Direktur Pemberdayaan Zakat serta Wakaf Kemenag, Tarmizi Tohor; serta mantan Direktur Jenderal hubungan hukum Keagrariaan Kementerian ATR/BPN, Djamaludin. Kementerian Agraria serta tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) akan mengintegrasikan data tanah wakaf yang dimiliki sentra Data dan informasi Pertanahan, tata Ruang serta huma Pertanian Pangan Berkelanjutan (Pusdatin) dengan Sistem gosip Wakaf (Siwak) milik Kementerian kepercayaan (Kemenag).

Ke depannya, tanah wakaf yang telah terdaftar dan bersertifikat di Pusdatin Kementerian ATR/BPN bisa diidentifikasi eksklusif sang Siwak Kemenag.

“tentang sinergi Pusdatin serta Siwak, tentu kita berkenan dan suka Jika data Pusdatin mampu kita sinergikan menggunakan data Siwak. Jadi mirror saja. Tanah wakaf yang sudah terdaftar dan bersertifikat pada BPN nanti datanya itu apa yang ada di kita mampu disinergikan,” ujar Menteri ATR/BPN Sofyan Djalil pada siaran pers, Sabtu (1/lima).

Sebelum terintegrasi, Pusdatin Kementerian ATR/BPN dan Siwak Kemenag wajib menyelaraskan data tanah wakaf yg sudah bersertipikat dan yg hanya mempunyai ikrar wakaf. berdasarkan data Pusdatin, sebanyak 164.000 bidang tanah wakaf telah terdaftar serta disertifikasi. untuk mempercepat sertifikasi tanah wakaf, akan dilakukan percepatan lintas sektor menggunakan registrasi Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).

“Selama ini tanah-tanah wakaf yang masuk pada acara PTSL, yang pendekatannya berasal desa ke desa, kita bikin peta lokasi, penlok (penetapan lokasi) sebuah desa, maka semua tanah yang di desa itu kita sertifikatkan. saya pikir sekarang yg paling poly wakaf, yang sudah ada pada kita ialah produk PTSL, tanah-tanah wakaf yg dikelola Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, organisasi-organisasi Islam yang mereka minta disertifikatkan,” istilah Sofyan.

sementara itu, Dirjen Bimas Islam Kemenag, Kamaruddin Amin berkata, selain saling bersinergi terkait data tanah wakaf, pihaknya berharap adanya portal bersama menggunakan Kementerian ATR/BPN.

“Perlu integrasi sistem antara Kemenag menggunakan ATR/BPN serta pembuatan portal bersama buat data tanah wakaf bersertipikat. Mungkin nanti secara teknis bisa dibahas bersama antara dua kementerian, saya kira buat kepentingan integrasi data,” jelas dia.

menjadi berita, Menteri ATR/ketua BPN, Sofyan A. Djalil melakukan audiensi yang digelar beserta Direktorat Jenderal Bimbingan rakyat (Bimas) Islam Kementerian agama dan Badan Wakaf Indonesia (BWI) di Kamis (29/4/2021). Adapun audiensi yg berlangsung secara impian tersebut dimoderatori oleh koordinator Badan Wakaf Indonesia (BWI), Mohammad Nuh.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Direktur Jenderal Penetapan Hak serta pendaftaran Tanah Kementerian ATR/BPN, Suyus Windayana; Sekretaris Badan Wakaf Indonesia Sarmidi Husna; Direktur Pemberdayaan Zakat serta Wakaf Kemenag, Tarmizi Tohor; dan mantan Direktur Jenderal hubungan aturan Keagrariaan Kementerian ATR/BPN, Djamaludin.
Post Reply