Dewan Gereja Dunia Minta UE Hukum Israel Jika Caplok Tepi Barat

Post Reply
asepx
Maba
Posts: 12
Joined: 15 Jun 2020, 13:15

Dewan Gereja Dunia Minta UE Hukum Israel Jika Caplok Tepi Barat

Post by asepx »

Dewan Gereja Dunia atau World Council of Churches meminta diplomat Uni Eropa buat menjatuhkan hukuman ke Israel bila menganeksasi tanah Tepi Barat.

Seruan buat menghukum Israel tiba bulan lalu dalam sepucuk surat pada menteri luar negeri UE dari markas akbar Dewan Gereja Dunia di Jenewa, sebuah badan payung yang didirikan pada 1948 yg kini mempunyai 350 gereja anggota menggunakan sekitar 500.000 pengikut, dikutip menurut Times of Israel, 12 Juni 2020. Gereja Katolik bukan anggota menurut Dewan Gereja Dunia.

"apabila Israel mencaplok tanah Tepi Barat, Uni Eropa niscaya harus menangguhkan Perjanjian Asosiasi Uni Eropa-Israel," suara surat itu, yg merujuk ke kontrak 1995 yg mempromosikan harga mobil daihatsu 2020 perdagangan antara blok UE & Israel. Selain itu, Uni Eropa harus menerapkan hukuman terhadap Israel, setidaknya setara dengan yg diadopsi oleh Uni Eropa pada menanggapi aneksasi Krimea oleh Rusia, kata surat itu.

Uni Eropa sudah menciptakan daftar hitam ratusan individu & perusahaan Rusia atas dugaan keterlibatan pada aneksasi Krimea berdasarkan 2014, membuat mereka dihentikan masuk dan membekukan properti pada UE.

"Pencaplokan sepihak atas lebih poly wilayah yang tersisa bagi orang-orang Palestina nir bisa mengarah pada keadilan atau perdamaian, namun hanya pada ketidakadilan yg lebih besar ," tulis Dewan Gereja Dunia.

Dalam beberapa tahun terakhir, Dewan Gereja Dunia dituduh mengejar rencana anti-Israel, klaim yg ditolak oleh para pemimpinnya.

Pada tahun 2019, timbul laporan bahwa dewan sudah mengumpulkan berita selama bertahun-tahun mengenai tindakan tentara Israel pada tanah yang dianggap oleh dewan & komunitas internasional menjadi tanah yang dijajah Israel, melalui aktivis yang menyamar menjadi turis.

Benjamin Netanyahu mengumumkan bahwa jika terpilih kembali, ia akan memperluas tanah jajahan Israel atas Lembah Yordan, 10 September 2019. [Avshalom Sassoni / Jerusalem Post]

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sudah mengumumkan rencana untuk menerapkan hukum sipil Israel di Lembah Yordan dan beberapa permukiman Israel pada Tepi Barat dalam 1 Juli, Jerusalem Post melaporkan.

Para pendukung planning menyampaikan pencaplokan buat memastikan kontrol keamanan atas perbatasan terpanjang Israel dan melindungi blok permukiman sebagai bagian berdasarkan Israel tanpa menghalangi opsi buat negara Palestina di masa depan di daerah yang tersisa.

Pernyataan Dewan Gereja Dunia menerima kecaman tajam berdasarkan umat Christians for Israel, jaringan internasional Kristen pro-Zionis yang berbasis pada Belanda menurut 27 negara dan ratusan ribu jemaah. Kelompok itu mengungkapkan dalam sebuah pernyataan bahwa gereja-gereja tidak boleh ikut campur dalam politik Timur Tengah & bahwa dewan melakukan hal itu "secara sepihak".

Di Belanda, surat itu juga mengakibatkan perpecahan pada dalam badan gereja terbesar di negara itu, Dewan Gereja Belanda, lantaran Dewan Gereja Dunia telah meneruskan surat pada Menteri Luar Negeri Belanda Stef Blok yang menyerukan hukuman ke Israel.

Ini memicu ratusan reaksi kemarahan termasuk ancaman, yang dikirim ke Dewan Gereja Belanda, dengan ketuanya, Geert van Dartel, menulis dalam sebuah surat pada Christians for Israel.

Selain itu, 2 badan gereja yang sebagai anggota Dewan Gereja Belanda secara terbuka menjauhkan diri dari surat Dewan Gereja Dunia pada Uni Eropa, & mengeluh bahwa keputusan buat memasukkan mereka sebagai penandatangan surat dibuat tanpa berkonsultasi menggunakan mereka dan bertentangan dengan posisi mereka.
Post Reply