Cabut UU Cipta Kerja dan Tuntut 10 Ribu Loker

Post Reply
asepx
Maba
Posts: 43
Joined: 15 Jun 2020, 13:15

Cabut UU Cipta Kerja dan Tuntut 10 Ribu Loker

Post by asepx »

Hari ini, Sabtu (1/5/2021), ribuan buruh pada berbagai wilayah di Jabar melakukan aksi. Sejumlah tuntutan disampaikan massa buruh pada Peringatan Hari Buruh Internasional hari ini.

pada Bandung, peringatan hari buruh dengan turun ke jalan dilakukan oleh sejumlah grup serikat pekerja di daerah Bandung Raya. Mereka memberikan aspirasi di depan Gedung Sate Bandung. Aksi mereka dilakukan menggunakan mengedepankan protokol COVID-19 mulai memakai masker hingga jaga jarak.

koordinator Konfederasi serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Jawa Barat Roy Jinto menuturkan peringatan May Day tahun ini memang tidak sinkron dari sebelumnya. karena, aplikasi May Day kali ini diperingati pada kondisi pandemi COVID-19.

"Kita melakukan aksi pada rangka memperingati May Day, menggunakan menerapkan protokol COVID-19 yang ketat. seluruh pimpinan buruh dan peserta aksi sudah melakukan rapid test antigen, sebelum doa iftitah hari ini dilaksanakan aksi dan kami melakukan rapid yg kedua serta pula memastikan menggunakan masker. sebab kita ingin memastikan bahwa peserta aksi ini peserta aksi yg aman," kata Roy pada lokasi.

Roy menambahkan dalam May Day kali ini, buruh mengajukan 5 tuntutan. Kelima tuntutan itu mulai asal pembatalan Undang-Undang Cipta Kerja sampai soal THR.

"Pertama merupakan pembatalan UU Cipta Kerja, ke 2 tentang UMSK yg hingga waktu ini belum diterbitkan ketiga tentang THR, kita menolak THR dicicil. Keempat pengusutan adanya dugaan korupsi BPJS, kelima artinya penegakkan aturan," kata dia.

ad interim di Majalengka, seratusan buruh longmarch ke tempat kerja Bupati Majalengka pada jalan Ahmad Yani, Majalengka Kulon. Dipimpin kendaraan beroda empat komando, aksi longmarch buruh pada Majalengka ini berlangsung damai serta tertib hingga tiba di depan kantor Bupati Majalengka.

"Tuntutannya hanya supaya Undang-undang Omnibus Law Ketenagakerjaan nomor 11 Tahun 2020 segera dicabut," tegas Siti Nurjanah salah seorang peserta aksi dari perkumpulan Pekerja Nasional (SPN).

beliau menduga Undang-undang Omnibus Law Ketenagakerjaan sangat merugikan kaum buruh. berdasarkan Siti, pihaknya sangat berharap dewan perwakilan rakyat RI bisa segera mencabut undang-undangnya tadi.

tidak hanya buruh, mahasiswa di Ciamis pula ikut meramaikan aksi Hari Buruh hari ini. Sejumlah mahasiswa yg tergabung dalam forum Aksi Mahasiswa Intelektual (FAMI), menggelar aksi May Day ke tempat kerja DPRD Ciamis.

Aksi diawali mahasiswa berkumpul pada Alun-alun Ciamis, kemudian melakukan long match ke kantor DPRD. pada page tempat kerja dewan, mereka melakukan orasi tentang memperjuangkan buruh pada Kabupaten Ciamis.

Sedangkan sebagian perwakilan mahasiswa melakukan audiensi dengan koordinator Komisi D DPRD Ciamis Syarif Sutiarsa. Aksi ini mendapat pengawalan berasal kepolisian.

ketua Aksi Galuh memberikan sejumlah pernyataan sikap kepada DPRD Ciamis. Pertama mahasiswa menuntut cabut Undang-undang cipta kerja dan PP turunannya.

ke 2 lindungi hak dasar kaum buruh, yakni THR, upah layak nasional, agunan sosial, hapus sistem kerja kontrak dan outsourching.

"Hapus PHK massal berdalih pandemi serta lindungi kepastian bekerja bagi semua masyarakat khususnya Kabupaten Ciamis. Tolak UMK Rendah serta naikan UMK bagi para buruh di Kabupaten Ciamis," ujarnya.

Mahasiswa jua menagih realisasi 10 ribu Penyerapan energi kerja bagi rakyat Kabupaten Ciamis. Hal ini sinkron menggunakan kampanye Bupati Ciamis dulu buat penyerapan energi kerja.

"Dulu bahwa beliau janji penyerapan 10 ribu tenaga kerja. tapi kami lihat tak terdapat keseriusan Pemerintah Daerah buat melakukan hal itu, bahkan tidak ada kesan buat merealisasikannya," ungkap Galuh.

koordinator Komisi D DPRD Ciamis Syarif Sutiarsa menyatakan siap memperjuangkan aspirasi berasal para mahasiswa. Hal ini semata-mata buat kesejahteraan warga Ciamis.

"Kami anggota DPRD Ciamis siap mendapatkan serta memperjuangkan aspirasi ini. Kita akan sampaikan baik pada pusat dan Pemkab Ciamis," ucapnya.
Post Reply