Tim Peneliti Universitas Brawijaya dan BMKG Ungkap Sinar UV Mampu Bersihkan Udara dari Corona

Post Reply
asepx
Maba
Posts: 43
Joined: 15 Jun 2020, 13:15

Tim Peneliti Universitas Brawijaya dan BMKG Ungkap Sinar UV Mampu Bersihkan Udara dari Corona

Post by asepx »

Tim peneliti Universitas Brawijaya (UB) & BMKG menerangkan hasil penelitiannya bahwa sinar ultraviolet (UV) dari surya yg tinggi dan nir ada pencemaran udara masif mampu membersihkan udara berdasarkan virus corona.

Pengajar Besar Biologi Sel & Molekuler Universitas Brawijaya, Prof Sutiman Bambang Sumitro, di Malang, Jawa Timur, Jumat menyebutkan bahwa di wilayah dengan indeks UV yg tinggi & tidak terdapat pencemaran udara masif, jumlah orang terinfeksi corona jauh lebih sedikit.

"Sinar UV memiliki frekuensi gelombang tinggi yang dapat menghambat materi RNA(Ribonucleic Acid) & protein virus sehingga mampu menginaktifkan virus pada udara, bahkan yg menempel harga mobil 2020 di benda-benda padat. Hasil penelitian ini memberikan pertanda bahwa sinar UV berdasarkan mentari bisa membersihkan corona yg terdapat pada udara," istilah Sutiman.

Hal ini, lanjutnya, menciptakan Indonesia yang berada pada Khatulistiwa sangat diuntungkan karena mendapat limpahan sinar UV dibandingkan negara subtropis. "Di daerah subtropis, misalnya New York, AS, Milan, Italia, dan Spanyol yg indeks UV-nya rendah & pencemaran udaranya tinggi, hal itu menyebabkan orang tertular melalui media udara (airborne) sebagai akibatnya jumlah penderita Covid-19-nya sangat banyak," katanya.

Sutiman menambahkan, indeks UV yg tinggi umumnya didapatkan dalam siang hari. Dengan demikian, pada luar tempat tinggal pada siang hari menciptakan udara lebih bersih berdasarkan virus corona. Ia menyampaikan bahwa UV tinggi kurang baik bagi orang subtropis berkulit putih. Sebaliknya, bagi warga Indonesia yg sudah terbiasa dengan UV tinggi tidak masalah.

"Tetapi, bagi penduduk yang jarang terdapat di luar ruangan, kulit manusia juga sanggup terbakar jika terlalu lama di bawah sinar UV, misalnya di pantai atau pada gunung tinggi," katanya.

Dikemukakannya bahwa kemampuan menjadi disinfektan berdasarkan sinar UV ini mampu dimanfaatkan buat sterilisasi angkutan umum, misalnya bus dan kereta api, bahkan UV digunakan buat sterilisasi atau membunuh kuman pada ruang operasi pada rumah sakit. "Sebenarnya kita tidak perlu melakukan penyemprotan cairan disinfektan dalam siang hari," katanya.

Tetapi demikian, istilah dia, keuntungan mendapatkan limpahan sinar UV harus didukung menggunakan pola hidup sehat sesuai anjuran pemerintah, seperti menjaga jarak dan menggunakan masker. Sebab, keberadaan sinar UV akan sia-sia jika tidak didukung pola hidup sehat.

Jadi, katanya, meskipun mendapatkan sinar UV poly, apabila masih poly masyarakat berkerumun di tempat-loka umum, kasus baru yg muncul jua masih akan ada.

"Kita wajib mensyukuri berkah limpahan sinar UV mentari ini menggunakan melakukan pola hidup sehat sinkron anjuran pemerintah, seperti menghindari kerumunan, menjaga jarak, dan menggunakan masker. Selain itu, kita wajib menumbuhkan ikut merasakan agar nir menjadi penular karena terdapat orang-orang dengan kondisi tertentu rentan buat menderita keparahan ketika terinfeksi Covid-19," kata Sutiman Bambang Sumitro.

Sementara itu, keliru satu peneliti yang juga bekerja sama dengan Prof Sutiman, Dr Novanto Yudistira dari Laboratorium Sistem CerdasFakultas Ilmu Komputer(Filkom) UB menyampaikan bahwa penelitian ini memakai teknik analisis "big data" dan "machine learning" yg dilatih menggunakan data yang dikumpulkan berdasarkan semua stasiun pengamat cuaca di dunia dan beberapa satelit.

Big data yaitu menganalisa data yang besar menurut berbagai sumber pada internet yg berubah setiap hari, sedangkan machine learning memprediksi perkembangan pandemi menggunakan big data menggunakan prosedur pemecahan yg telah dilatih sang komputer.

"Informasi lain berdasarkan hasil penelitian ini, di Indonesia & wilayah tropis lainnya kemungkinan besar penularan terbanyak diperkirakan bukan menurut airborne udara, tetapi lebih banyak menurut kontak orang ke orang," kata Novanto Yudistira.
Post Reply