Pendahuluan
Sektor pertanian merupakan kunci utama tahap awal keberhasilan pembangunan suatu negara. Hal ini dikarenakan sebagaimana hierarki Maslow bahwa tingkat kebutuhan pertama sumberdaya manusia Physical needs yang termasuk diantaranya adalah kebutuhan akan makanan, air, dan lainnya untuk hidup sehat dan produktif. Pemenuhan kebutuhan ini ada di sektor pertanian yang memiliki dimensi produksi yang diharapkan mampu melakukan perbaikan efisiensi secara berkelanjutan (precision and sustainable agriculture).
Dimensi produksi berkelanjutan dimaksudkan sebagai upaya penyediaan pangan (food availability) yang cukup baik kualitas dan kuantitasnya dari waktu ke waktu. Perwujudan dari produksi berkelanjutan adalah konsep good agricultural practices/precision in using inputs dalam implementasi teknologinya dan green agriculture dalam implementasi manajerial sumberdaya pertanian. Teknologi dan kemampuan manajerial dalam mengelola sumberdaya pertanian yang terbatas (limited resources) perlu ditingkatkan secara terus menerus (continuous improvement) karena setiap masa ada perubahan faktor-faktor lingkungan sektor pertanian yang perlu direspon secara optimum/bijaksana. Output dari respon optimum adalah efisiensi dalam menjalankan sustainable agriculture, sedangkan outcomenya adalah kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan, pareto optimum atau setidaknya pareto improvement. Selanjutnya, respon yang optimum sebagai jawaban atas perubahan-perubahan tersebut menjadi amanah utamanya bagi pemerintah dan perguruan tinggi.
Wujud dari responsibilitas perguruan tinggi bagi pembangunan, maka dalam rangka dies natalis ke-56, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya (FPUB) melaksanakan Seminar dan Diskusi Tantangan dan arah Pembangunan Pertanian Indonesia Masa Depan. Harapan besar dari masyarakat untuk peran perguruan tinggi yang lebih signifikan akan diwujudkan dengan moving forward a little step ahead melalui seminar ini.
@ 2016 Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya.